Postingan

Tanaman Hortikultura di Indonesia

Komoditas hortikultura yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai usaha agribisnis. Pengelolaan usahatani hortikultura secara agribisnis dapat meningkatkan pendapatan petani dengan skala usaha yang kecil, karena nilai ekonomi komoditas hortikultura yang tinggi. Produk hortikultura terbesar adalah buah-buahan, diikuti sayuran dan tanaman hias. Pada tahun 2004, produksi buah-buahan utama saja mencapai 9,1 juta ton diikuti sayuran 3,6 juta ton, dan tanaman biofarmaka sebesar 92,6   ribu ton. Sementara itu, produksi tanaman hias utama yang terdiri dari anggrek, gladiol, dan krisan sebesar 52,4 juta tangkai. Komoditas hortikultura pada umumnya ditanam sebagai tanaman sela, tanaman pekarangan, dan kebun. Seiring dengan nilai komersialnya yang tinggi, terutama sayuran dan tanaman hias, banyak dikembangkan melalui budidaya hidroponik. Produksi buah-buahan yang terbesar adalah pisang, jeruk, mangga dan duria...

Tanaman Pangan di Indonesia

Gambar
Tanaman pangan sebagai salah satu subsektor pertanian memiliki posisi strategis dalam penyediaan kebutuhan, sumber lapangan kerja dan pendapatan, serta sumber devisa. Pembangunan tanaman pangan akan berhadapan dengan berbagai perubahan lingkungan strategis baik bersifat internal maupun eksternal antara lain globalisasi perdagangan yang semakin dinamis, perubahan iklim, tuntutan lingkungan yang berkelanjutan, keterbatasan sumber daya lahan, perubahan perilaku konsumen, dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan harus dilakukan secara ekonomis, efisien, efektif, akuntabel, dan berkelanjutan sehingga pembangunan tersebut memberikan jaminan kehidupan yang cukup dan memperhatikan kebutuhan generasi berikutnya. Tanaman padi merupakan jenis serealia sumber karbohidrat utama di Indonesia, makanan pokok untuk sebagian besar penduduk yang berjumlah 25,1 juta jiwa dengan tingkat konsumsi beras cukup tinggi 139 kg per kapita (BPS 2011). Beberapa tahun terakhir peningkat...

Jenis-Jenis Benih

M enurut Hasanah (2002) benih tanaman industri dapat dikelompokan menjadi benih ortodok, benih intermediate dan benih rekalsitran. Pengelompokan benih tersebut didasarkan atas kepekaan benih terhadap pengeringan dan suhu. Benih ortodok relatif tahan terhadap pengeringan. Benih ortodok umumnya dimiliki oleh spesies-spesies tanaman setahun dan tanaman dua tahunan (bienial)\ dengan ukuran benih yang kecil. Benih ortodok tahan pengeringan sampai kadar air mencapai 5 % dan dapat disimpan pada suhu rendah. Menurut Justice dan Bass (2002) tujuan utama penyimpanan benih adalah untuk mengawetkan cadangan bahan tanam dari satu musim ke musim berikutnya. Selanjutnya Sutopo (2010) menambahkan tujuan utama penyimpanan benih adalah untuk mempertahankan viabilitas benih dalam periode simpan yang sepanjang mungkin. Penyimpanan benih dimaksudkan agar benih dapat ditanaman pada musim yang sama di lain tahun atau pada musim yang berlainan dalam tahun yang sama atau un...

Bapak Benih Indonesia

Gambar
Tahukah kamu siapa Bapak Benih Indonesia...   Beliau adalah Prof.Dr.Ir.Sjamsoe'oed Sadjad :) Ingin lebih kenal profil dirinya. Nih, aku sajikan sedikit biodatanya semoga bermanfaat yah :)   Prof. Dr. Ir. Sjamsoe'oed Sadjad , lahir di Madiun tanggal 24 Juni 1931. Menempuh pendidikan SD sebelum kemerdekaan RI, SMP dan SMA di zaman revolusi kemerdekaan, dan lulus SMA I Jakarta tahun 1951. Pendidikan tinggi (S-1, S-2, S-3) ditempuh sampai 1971 masing-masing di Universitas Indonesia, Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi (S-1), di Mississippi State University Jurusan Agronomy Seed Technology (S-2), dan di Institut Pertanian Bogor, Doktor bidang dalam Ilmu Pertanian. Diangkat sebagai Guru Besar pada Fakultas Pertanian IPB pada tahun 1981. Pensiun pada tahun 1996, dan diangkat kembali pada tahun yang sama sebagai Guru Besar Emeritus bidang Budidaya Tanaman pada Fakultas Pertanian IPB. Sesudah pensiun sampai 2003 beliau diangkat sebagai Guru Besar Tetap pad...

Klasifikasi Benih

Klasifikasi  benih padi yang dikeluarkan Kementerian Pertanian dengan sub bagiannya yaitu Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) menempatkannya dalam 4 kelas, yaitu : 1. Benih Penjenis (BS / Breeder Seed / Label Kuning) Benih penjenis (BS) adalah benih yang diproduksi oleh dan dibawah pengawasan Pemulia Tanaman yang bersangkutan atau Instansinya. Benih ini merupakan Sumber perbanyakan Benih Dasar. 2. Benih Dasar (FS / Foundation Seed / Label putih) Benih Dasar (BD) adalah keturunan pertama dari Benih Penjenis. Benih Dasar diproduksi di bawah bimbingan yang intensif dan pengawasan yang ketat sehingga kemurnian varietas dapat terpelihara. Benih dasar diproduksi oleh Instansi/Badan yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan produksinya disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi benih. 3. Benih Pokok (SS / Stock Seed / Label ungu) Benih Pokok (BP) adalah keturunan dari  Benih Dasar yang diproduksi dan dipelihara sedemiki...

Dunia Perbenihan di Indonesia

Dengan terbitnya UndangUndang Republika Indonesia Nomor 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budi Daya Tanaman (Anonim,1992), yang di dalamnya ada pengaturan masalah benih, maka peranan benih/bibit tanaman memperoleh perhatian lebih besar. Seperti diketahui bahwa benih adalah cikal bakal dari suatu kehidupan tanaman, sehingga merupakan penentu keberhasilan suatu usaha pertanaman. Karena benih merupakan penentu atau kunci keberhasilan, tentunya benih tersebut harus bermutu. Untuk memperoleh benih bermutu tidaklah mudah, karena prosesnya sangat dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari dalam benih itu sendiri maupun faktor diluar benih (lingkungan) (Heydecker,1972. Untuk memperoleh benih yang bermutu diperlukan suatu perangkat pengelolaan benih. Perangkat tersebut tercakup dalam teknologi benih, yaitu teknologi untuk memproduksi benih, menganalisis mutu benih, menyimpan, memasarkan,dan mengedarkan tanpa harus mengurangi mutunya. Teknologi benih merupakan perpanjangan tangan ilmu benih dan antara...

Dampak Revolusi Hijau

Dear Guys,  Berikut ini dampak-dampak dari Revolusi Hijau serta Alur Strategi dalam memghadapi kelemahan Revolusi Hijau : Von Uexkull (1992) mengakui bahwa penggunaan pupuk secara keliru dapat merusak lingkungan. Penggunaan nitrogen secara berlebihan dapat ikut mencemarkan air tanah. Penggunaan nitrogen yangtimpang mempercepat pengurasan unsur hara lain dalam tanah dan dapat menyebabkan pemasaman tanah. Penggunaan nitrogen berlebihan dan fosfat secara keliru dapat menimbulkan eutrofikasi badan-badan air. Memang perlu perbaikan dalam efisiensi penggunaan pupuk, seperti neraca hara yang lebih baik untuk melawan pengurasan hara tanah dan pemasaman tanah, teknik penerapan yang lebih baik untuk memperbaiki serapan hara dan mengurangi kehilangan hara dan perbaikan menyeluruh budidaya tanaman.  Von Uexkull tidak percaya Low Input Sustainable Agriculture (LISA) atau Low External Input Sustainable Agricultue (LEISA) dapat dijadikan alternatif yang dapat dilaksanakan di As...

Revolusi Hijau di Indonesia

Hello guys, setelah kalian membaca revolusi hijau di dunia. Saatnya kita menyimak revolusi indonesia di negeri kita sendiri. Yuk disimak artikelnya.... :)   Revolusi hijau pertama kali muncul karena adanya kekhawatiran terjadinya kemiskinan massal di dunia yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk dengan peningkatan produksi pangan. Kemudian revolusi hijau menjadi proyek penelitian dalam rangka meningkatkan produksi pertanian terutama pangan diberbagai negara di dunia. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Meksiko, Filipina, India, dan Pakistan dengan disponsori oleh lembaga Ford and Rockefeller Foundation. Perubahan yang disebut revolusi itu dimulai dari Meksiko yang mengubah sistem pertaniannya secara radikal pada tahun 1945. Salah satu alasannya karena berbanding terbaliknya pertambahan jumlah penduduk dengan kapasitas produksi gandum. Hasilnya yaitu delapan tahun kemudian Meksiko dapat mengekspor gandum. Setelah Meksiko berhasil meningkatkan produksi g...