Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agama

Bagaimana Muslimah Memanfaatkan Waktu

Assalamu'alaikum teman-teman. Saat ini kita masih ada di masa pandemi covid-19 dimana waktu kita yang terbiasa bekerja di kantor jadi di rumah sehingga waktu kita di rumah menjadi lebih banyak. Lalu kegiatan apa saja yang sudah kamu lakukan di rumah? Sudah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya kah? Atau bagaimana kita sebagai muslimah memanfaatkan waktu? Kali ini saya berikan ulasan dari sebuah buku dengan judul "Bagaimana Muslimah Memanfaatkan Waktu" Buku ini menghadirkan beberapa contoh kisah teladan dan aktivitas yang berkenan dengan pemanfaatan waktu bagi muslimah. Pemanfaatan waktu yang optimal akan membentuk muslimah yang bijak dan bermanfaat. Dan sosok muslimah seperti itulah yang menjadi model pembangunan umat. Orang yang akan membicarakan waktu harus mengetahui landasan untuk memotivasinya, sehingga kali ini saya bahas apa saja yang menjadi landasan-ladasan pokok dalam pembahasan waktu. Landasan Pokok Dalam Pembahasan Waktu Landasan pertama : Mengetahui...

Pengenalan Lewat Taaruf

  Bila tidak dengan pacaran, gimana caranya bisa tahu calon pasangan kita? Islam itu lengkap dan paripurna, dan memberikan solusi bagi setiap problem kita, termasuk masalah yang sudah siap menikah Tidak pacaran bukan berarti kita langsung menikahi seseorang tanpa tahu apapun, dengan alasan "ini lillahi ta'ala, aku nggak perlu kenalan". Ya nggak gitu juga hehehe.. Maka dalam Islam ada istilah khitbah dan ta'aruf Saat seorang Muslim/Muslimah siap menikah, mereka pasti dong mengamati sekeliling, stalking, kepo, diem-diem seneng. Nah, kalau sudah 'sreg' sama seseorang ya khitbah aja. Apaan sih khitbah? Itu, minta kesediaan dia untuk kita nikahi Tapi tentu saja 'sreg' dan 'nggak sreg' dalam Islam itu beda, dia didasarkan pada cinta pada Allah. Kalau yang sudah cinta pada Allah, pasti ya 'sreg' nya sama yang cinta Allah juga, bagi dia ketaatan, ibadah, keimanan itu jadi ukuran yang paling utama Nah, kalau sudah diterima sama ora...

Ketika kita lahir dengan agama islam

Gambar
Suara adzan yang orang tua kita kumandangkan di telinga kita ketika kita lahir, kita akan merasa bahagia karena kita lahir di keluarga islam. Kemudian kita dilahirkan dan dibesarkan dengan agama islam dan lingkungan islam. Kita menjadi orang islam sejati... Tapi bagaimana jika kita dilahirkan di orang yang bukan islam? Hal ini pernah terbesit di kepala saya, waktu saya sekolah dulu saya berteman dengan orang yang memiliki agama islam, budha, kristen, katolik dan konghucu (maklum lah namanya anak jemputan). Tapi alhamdulillah, prinsip masih islam. Lalu, setelah saya sekolah menengah atas, teman-teman saya yang beragama selain islam ada yang hafal bahkan mengerti tentang surat-surat pendek. Karena saya penasaran, saya tanya kamu belajar dimana? Dia jawab dia suka denger, lingkungan rumahnya dekat masjid. Saya hanya bisa tersenyum salut banget, orang yang tidak beragama islam aja bisa. Biasanya dulu ketika sekolah dulu, ketika jam agama islam dimulai. Mereka yang beragama bukan islam ...

Allah Itu Tidak Tuli

Setahu saya, hanya ada satu ritual dalam Islam yang memerlukan teriakan, yaitu azan. Azan memang perlu dilakukan dengan suara keras, kalau perlu di tempat yang tinggi, dengan harapan bisa didengar oleh orang sebanyak mungkin. Azan adalah panggilan salat. Jadi sebaiknya memang didengar banyak orang.   Di luar itu, sesuai anjuran Nabi, sebaiknya dilakukan dengan suara lirih. Berzikir, bedoa, membaca Quran, cukup dengan suara lirih saja. “Engkau tidak sedang menyeru kepada Zat yang tuli….” Allah itu tidak tuli. Dia mendengarkan zikir dan doamu meski kau sampaikan dengan suara lirih.   Lalu kenapa mesjid-mesjid kita berlomba-lomba memasang pengeras suara bertenaga besar? Ini tidak ada hubungannya dengan Islam. Ini adalah pola pikir urban gagal. Apa itu urban gagal? Yaitu kaum urban yang hanya fisik tubuhnya saja pindah ke kota. Pola pikirnya masih kampungan.   Di kampung yang sepi kebisingan yang dihasilkan dengan pengeras suara adalah...